Berita / Siaran Hallo Dokter Tentang Nyeri Kepala
Siaran Hallo Dokter Tentang Nyeri Kepala
Penulis: Admin - Rabu, 29 Januari 2020

Selasa, 28 Januari 2020 Dilaksanakan Hallo Dokter di Radio Suara Kota Wali 104.8 Fm dengan pembicara dr. Sri Suwarni Sp.S dengan tema "Nyeri Kepala". Nyeri  kepala dapat merupakan salah satu gejala dari penyakit saraf yang serius, seperti stroke, tumor otak, kelainan pembuluh darah otak, dan infeksi otak. Secara umum nyeri kepala dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu nyeri kepala primer dan nyeri kepala sekunder. Nyeri kepala primer adalah nyeri kepala yang muncul akibat respons terhadap stres (baik fisik maupun psikis). Nyeri kepala sekunder adalah nyeri kepala dengan disertai gejala gangguan saraf seperti kejang-kejang, mata juling, penglihatan ganda, dan kelemahan di salah satu alat gerak. Nyeri kepala sekunder dapat disebabkan oleh adanya kelainan patologis pada otak. Kelainan ini dapat berupa tumor otak, stroke, thrombosis (sumbatan pada arteri), hipertensi berat (maligna), infeksi otak (meningitis, encephalitis, abses), atau kelainan pembuluh darah otak, seperti aneurisma dan AVM (artiriovenous malformation). Nyeri kepala ini yang harus diwaspadai dan harus mendapatkan penanganan medis dengan segera. Maka dari itu segera berkonsultasi kepada dokter bila sakit kepala didukung dengan beberapa kondisi berikut:
  • memiliki riwayat penyakit kronis lain seperti tekanan darah tinggi, jantung, stroke, dan diabetes
  • terjadi nyeri kepala yang sangat hebat
  • keluhan nyeri kepala tidak hilang dengan obat-obatan yang biasa diminum
  • nyeri terjadi pada daerah wajah atau di sekitar mata.
Selain itu, waspadalah dan segera ke IGD rumah sakit terpercaya, bila mengalami gejala-gejala berikut:
  • Nyeri kepala yang luar biasa hebatnya dan mendadak
  • Nyeri kepala bertambah berat secara cepat
  • Nyeri kepala disertai penurunan kemampuan konsentrasi dan berpikir
  • Terjadi penurunan kesadaran
  • Terjadi perubahan dalam kemampuan berbicara
  • Mengalami kelemahan, rasa baal, atau kesulitan berjalan, disertai gangguan penglihatan
  • Leher atau tengkuk terasa kaku atau nyeri
  • Nyeri disertai keluhan pusing berputar, seperti ruangan terbalik, atau rasa akan jatuh ke satu sisi
  • Nyeri kepala terjadi setelah benturan kepala
  • Nyeri kepala disertai demam (suhu lebih dari 38°C)
Tindakan untuk mengatasi nyeri kepala adalah dengan pain management yaitu dengan farmakoterapi (menggunakan obat-obatan), fisioterapi, dan psikoterapi. Namun apabila dari gejala yang muncul menunjukkan kemungkinan terjadinya nyeri kepala sekunder, maka sebaiknya dilakukan proses screening dengan MRI atau CT Scan untuk melihat kemungkinan adanya kelainan pada daerah otak.

Maklumat Pelayanan

Berita Terbaru

Visitasi Layanan CATHLAB Dari Kemenkes RI
Dalam Waktu dekat RSUD Sunan Kalijaga akan mendapatkan bantuan alat Cathlab dari Kemenkes RI. Cathlab… Selengkapnya
Kunjungan Kerja
RSUD Sunan Kalijaga Demak kembali mendapatkan kunjungan kerja dari Komisi C DPRD Pekalongan & RSUD… Selengkapnya
Donor Darah
Donor Darah dalam rangka hari jadi RSUD Sunan Kalijaga Demak ke 76 bekerja sama dengan PMI Kab. Demak… Selengkapnya
Berita / Siaran Hallo Dokter Tentang Nyeri Kepala
Siaran Hallo Dokter Tentang Nyeri Kepala
Penulis: Admin - Rabu, 29 Januari 2020

Selasa, 28 Januari 2020 Dilaksanakan Hallo Dokter di Radio Suara Kota Wali 104.8 Fm dengan pembicara dr. Sri Suwarni Sp.S dengan tema "Nyeri Kepala". Nyeri  kepala dapat merupakan salah satu gejala dari penyakit saraf yang serius, seperti stroke, tumor otak, kelainan pembuluh darah otak, dan infeksi otak. Secara umum nyeri kepala dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu nyeri kepala primer dan nyeri kepala sekunder. Nyeri kepala primer adalah nyeri kepala yang muncul akibat respons terhadap stres (baik fisik maupun psikis). Nyeri kepala sekunder adalah nyeri kepala dengan disertai gejala gangguan saraf seperti kejang-kejang, mata juling, penglihatan ganda, dan kelemahan di salah satu alat gerak. Nyeri kepala sekunder dapat disebabkan oleh adanya kelainan patologis pada otak. Kelainan ini dapat berupa tumor otak, stroke, thrombosis (sumbatan pada arteri), hipertensi berat (maligna), infeksi otak (meningitis, encephalitis, abses), atau kelainan pembuluh darah otak, seperti aneurisma dan AVM (artiriovenous malformation). Nyeri kepala ini yang harus diwaspadai dan harus mendapatkan penanganan medis dengan segera. Maka dari itu segera berkonsultasi kepada dokter bila sakit kepala didukung dengan beberapa kondisi berikut:
  • memiliki riwayat penyakit kronis lain seperti tekanan darah tinggi, jantung, stroke, dan diabetes
  • terjadi nyeri kepala yang sangat hebat
  • keluhan nyeri kepala tidak hilang dengan obat-obatan yang biasa diminum
  • nyeri terjadi pada daerah wajah atau di sekitar mata.
Selain itu, waspadalah dan segera ke IGD rumah sakit terpercaya, bila mengalami gejala-gejala berikut:
  • Nyeri kepala yang luar biasa hebatnya dan mendadak
  • Nyeri kepala bertambah berat secara cepat
  • Nyeri kepala disertai penurunan kemampuan konsentrasi dan berpikir
  • Terjadi penurunan kesadaran
  • Terjadi perubahan dalam kemampuan berbicara
  • Mengalami kelemahan, rasa baal, atau kesulitan berjalan, disertai gangguan penglihatan
  • Leher atau tengkuk terasa kaku atau nyeri
  • Nyeri disertai keluhan pusing berputar, seperti ruangan terbalik, atau rasa akan jatuh ke satu sisi
  • Nyeri kepala terjadi setelah benturan kepala
  • Nyeri kepala disertai demam (suhu lebih dari 38°C)
Tindakan untuk mengatasi nyeri kepala adalah dengan pain management yaitu dengan farmakoterapi (menggunakan obat-obatan), fisioterapi, dan psikoterapi. Namun apabila dari gejala yang muncul menunjukkan kemungkinan terjadinya nyeri kepala sekunder, maka sebaiknya dilakukan proses screening dengan MRI atau CT Scan untuk melihat kemungkinan adanya kelainan pada daerah otak.


Maklumat Pelayanan

Berita Terbaru
Visitasi Layanan CATHLAB Dari Kemenkes RI
21 Agustus 2025
Rumah Sakit
Kunjungan Kerja
24 Juni 2025
Umum
Donor Darah
24 Juni 2025
Kesehatan