logorsu

Seminar Sirkesnas


seminar

seminarSEMARANG – Data Angka Kematian Ibu (AKI) di provinsi Jawa Tengah pada tahun 2015 masih cukup tinggi yaitu sebesar 111,16 per 100.000 kelahiran hidup. Angka ini menurun dibanding dengan tahun 2014 yaitu sebesar 126,55 per 100.000 kelahiran hidup, demikian disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah

dr. Yulianto Prabowo, M.Kes dalam sambutannya pada Seminar Nasional: “MANFAAT HASIL SURVEI INDIKATOR KESEHATAN NASIONAL (SIRKESNAS), DALAM MENDUKUNG PEMBANGUNAN KESEHATAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM JATENG GAYENG NGINCENG WONG METENG (5NG)” (10/11)

Lebih dalam lagi beliau menjelaskan angka kematian maternal di negara maju telah dapat diturunkan sejak tahun 1940an. Penurunan angka kematian maternal yang signifikan di negara-negara maju berkaitan dengan adanya kemajuan di bidang perawatan kesehatan maternal, termasuk di dalamnya adalah kemajuan dalam pengendalian sepsis, tersedianya transfusi darah, antibiotika, akses terhadap tindakan seksio sesaria dan tindakan aborsi yang aman (WHO, 2012). Angka kematian maternal di negara berkembang 20 kali lebih tinggi yaitu 440 per 100.000 KH dan di beberapa tempat dapat mencapai 1000 per 100.000 KH. Di wilayah Asia Tenggara diperkirakan terdapat 240.000 kematian maternal setiap tahunnya, sehingga diperoleh angka kematian maternal sebesar 210 per 100.000 KH (WHO, 2012).
Sedangkan Target AKI di Indonesia pada tahun 2015 adalah 102 kematian per 100.000 kelahiran hidup. Sementara itu berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2013, Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia, sebesar 359 per 100.000 kelahiran hidup. Angka tersebut tentu masih sangat jauh dari target kelima Millenium Development Goals tahun 2015 yang sudah lalu, mencapai 102 kematian per 100.000 kelahiran hidup.

Kematian maternal di Jawa Tengah sebagian besar disebabkan oleh komplikasi obstetri langsung sebesar 67,96%. Sebanyak 86,2% kematian maternal terjadi di Rumah Sakit dan sebesar 26,5% meninggal dalam waktu < 2 jam setelah masuk Rumah Sakit. Kematian yang masih cukup tinggi ini tentunya tidak serta merta bisa menyalahkan salah satu pihak saja, dan satu pihak lainnya merasa paling benar. Tetapi harus diselesaikan dan diatasi dengan cara duduk bersama dari berbagai disiplin ilmu dan profesi, untuk mencari faktor determinan yang pasti, dan mengedepankan intervensi ilmiah yang adekuat. Apabila penyebab pasti dapat diketahui, niscaya intervensi yang tepat juga dapat diterapkan sehingga kematian maternal tidak lagi menjadi momok bagi sebagian ibu yang mau melahirkan. dinkesjatengprov.go.id,

Visit Us On TwitterVisit Us On Facebook